Sabtu, 14 Desember 2013

Entrepreneurship bisa dilakukan siapa saja..are you ready???

Entrepreneurship atau kewirausahaan, kata ini sering sekali kita dengar dalam acara di TV atau talk show yang diadakan oleh pihak tertentu. Entrepreneur bisa didefinisakan sebagai berikut : Seseorang yang berani mengambil risiko, mampu mencium adanya peluang bisnis, mampu mendayagunakan sumber daya secara efektif dan efisien untuk memperoleh profit.


Menurut Sandiago S Uno : Hanya dibutuhkan entrepreneur sebanyak 2% dari total jumlah penduduk Indonesia untuk mencapai perekonoman negara yang maju. Banyak hal yang menjadi latar belakang, mengapa seseorang memilih mejadi seorang wirausaha.
1. Kebutuhan ekonomi
2. Penuangan kreativitas diri yang terpendam
3. Keluar dari zona yang mengekang
4. hal lain selain diatas (hehehe...)
Kebutuhan ekonomi selalu menjadi dasar kebahagiaan sebuah keluarga (selain Cinta). Pemenuhan akan kebutuhan selalu menjadi topik utama percek cok kan keluarga, gaji pegawai yang tidak mencukupi atau kebutuhan akan barang mewah yang selalu menerpa para wanita. Hal tersebut bisa dijadikan alasan mengapa seseorang memilih berwirausaha dan tidak hanya mengandalkan gaji dari kantor atau perusahaan.

Kreativitas merupakan kunci dari seorang entrepreneur. Kreativitas mendorong seseorang untuk menuangkan dalam bentuk nyata. itulah mengapa seseorang ingin menuangkan eksistensinya dalam betuk kreativitas yang di aplikasikan.

Kondisi lingkungan pekerjaan yang tidak nyaman sering menimbulkan tekanan, baik fisik maupun psikis. dengan berwirausaha, seseorang bisa bekerja tanpa tekanan, tanpa perintah dari atasan atau konflik dengan rekan kerja. Maka terkadang kita harus keluar dari zona tersebut untuk menimbukan kenyamanan hidup demi perpanjangan umur dalam kondisi bahagia lahir dan batin.

Dalam salah satu materi kuliah yang saya bawakan senin minggu lalu tentang entrepreneur di Akfar Tadulako Palu. Saya mengajak mahasiswa untuk mencoba menjadi entrepreneur, dalam bidang yang paling sederhana yaitu usaha kuliner untuk kalangan mahasiswa. Awalnya respon mahasiswa pasif sekali, sepertinya tidak ada yang tertarik untuk mencoba untuk sebuah pengalaman baru dan menjadi kreatif dalam menuangkan ide-ide. 

Tapi saya mencoba lagi menstimulasi mereka dengan memberikan contoh-contoh yang telah ada di masyarakat, sebuah ide yang sederhana yang akhirnya menjadi mata pencarian utama. Sebetulnya saya belum menjadi entrepreneur yang berhasil, tp minimal saya sudah mulai mencoba untuk memulainya.

Minggu berikutnya dalam pertemuan mata kuliah yang sama..ternyata tidak disangka, mereka mencoba untuk memulainya. Menjual berbagai makanan ringan untuk teman-teman sekelas. Mulai dari salad buah, nasi goreng, es mambo, roti selai, makanan ringan, popcorn, pisang keju, brownies, dll..saya apresiasi dengan baik ide yang mereka mulai, dan memberi masukan untuk usaha mereka kedepannya.

Tak disangka lagi, esoknya sudah mulai bertambah mahasiswa yang ingin mencoba hal serupa. Thanks God..ini yang saya inginkan, kita tidak hanya belajar teori sebuah kewirausahaan  tapi kita juga harus mencoba ber wirausaha. sehingga kita bisa mengerti kendala yang dihadapi dan bagaimana mengatasi kendala yang ada.

so,.mahasiswa saja berani untuk memulai,.bagaimana dengan anda..mari keluar dari zona nyaman untuk memulai menjadi sesuatu baru yang lebih bermanfaat di masyarakat.